Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Kalimantan Aman Jelang Idulfitri 1447 H

POJOKNEGERI.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kesiapan pasokan energi untuk mendukung aktivitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Perusahaan menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026 yang mulai bertugas sejak Senin (9/3/2026).
Pembentukan satgas tersebut untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta avtur tetap stabil di seluruh wilayah Kalimantan selama meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Ramadan dan Lebaran.
Antisipasi Lonjakan Konsumsi Energi
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal. Termasuk pemetaan kebutuhan energi selama periode tersebut.
Menurutnya, Ramadan dan Idulfitri selalu menjadi periode dengan tingkat konsumsi energi yang dinamis karena meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat. Baik untuk mudik maupun kegiatan ekonomi lainnya.
“Kami telah memetakan potensi peningkatan kebutuhan energi selama Ramadan hingga Idulfitri. Seluruh aspek operasional mulai dari stok hingga distribusi sudah kami siapkan. Ini agar masyarakat dapat menjalani ibadah dan merayakan Lebaran dengan tenang,” ujar Isfahani dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).
Berdasarkan proyeksi Pertamina, puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi dalam dua periode. Yakni pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik akan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026.
Perkuat Strategi Distribusi
Perkiraan tersebut menjadi dasar bagi Pertamina untuk memperkuat strategi distribusi energi. Hal ini agar tidak terjadi gangguan pasokan di jalur-jalur transportasi utama maupun wilayah permukiman. Pengalaman pada pelaksanaan Satgas Ramadan dan Idulfitri tahun-tahun sebelumnya juga menjadi referensi dalam menyusun proyeksi konsumsi energi tahun ini.
Pertamina mencatat bahwa selama periode Ramadan dan Lebaran biasanya terjadi peningkatan konsumsi pada jenis bahan bakar gasoline seperti Pertalite dan Pertamax serta LPG rumah tangga. Sebaliknya, konsumsi gasoil seperti solar dan minyak tanah cenderung mengalami penyesuaian seiring berkurangnya aktivitas industri tertentu selama masa libur Lebaran.
Untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar, Pertamina menyiagakan berbagai infrastruktur yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan. Di sektor BBM, Pertamina mengoperasikan 16 terminal bahan bakar minyak (BBM) sebagai pusat penyimpanan dan distribusi energi. Selain itu terdapat tiga terminal LPG yang berfungsi menjaga ketersediaan gas rumah tangga bagi masyarakat.
Di sektor penerbangan, Pertamina juga mengoperasikan 11 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang bertugas menyuplai bahan bakar avtur bagi maskapai di berbagai bandara di Kalimantan. Sementara di tingkat distribusi ritel, jaringan pelayanan energi diperkuat oleh 786 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 558 Pertashop, 527 agen LPG, 52 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 13 agen minyak tanah.
Penyaluran energi tersebut juga mendapat dukungan armada logistik yang terdiri dari 762 unit mobil tangki dan 99 unit skidtank untuk menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Selain memastikan ketersediaan energi, Pertamina juga menyiapkan berbagai layanan tambahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama musim mudik Lebaran.
Layanan Khusus Pemudik
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan sejumlah fasilitas khusus di jalur-jalur yang kemungkinan mengalami peningkatan lalu lintas.
“Kami menyiapkan 90 SPBU Siaga 24 jam serta 326 agen LPG siaga di berbagai wilayah Kalimantan,” kata Edi.
Selain itu, Pertamina juga menghadirkan layanan tambahan seperti motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) BBM yang siap mengantarkan bahan bakar bagi kendaraan yang mengalami kehabisan BBM di perjalanan. Pertamina juga menyiagakan mobil tangki standby serta sejumlah titik layanan Kiosk Pertamina Siaga.
Untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik, perusahaan juga menghadirkan empat unit Serambi MyPertamina sebagai tempat beristirahat bagi masyarakat selama perjalanan. Selama periode Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga menghadirkan berbagai program promosi melalui aplikasi MyPertamina.
Program tersebut di antaranya Flash Sale MyPertamina 3.3 serta promo “Mudik Pakai MyPertamina” yang memberikan potongan harga hingga Rp300 per liter untuk pembelian Pertamax Series dan Dex Series pada periode 18–29 Maret 2026.
Program Promosi MyPertamina
Selain itu, Pertamina juga menghadirkan promo harga tiket penerbangan dari maskapai Pelita Air bagi pelanggan yang membeli tiket mudik melalui aplikasi MyPertamina. Ini berlaku dalam periode 10 Februari hingga 29 Maret 2026.
Di sektor LPG, program Bright Gas Spesial Ramadan juga dengan skema trade-in dua tabung LPG 3 kilogram menjadi Bright Gas 5,5 kilogram. Ini disertai berbagai cashback isi ulang melalui aplikasi MyPertamina.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran transportasi udara selama musim mudik Lebaran, Pertamina juga memberikan potongan harga avtur sebesar 10 persen di 37 bandara pada periode 14–29 Maret 2026.
Program ini diharapkan dapat membantu maskapai dalam menjaga efisiensi operasional serta mendukung kelancaran jadwal penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Edi menegaskan bahwa Ramadan dan Idulfitri merupakan momen penting bagi masyarakat sehingga ketersediaan energi harus benar-benar dijaga.
“Ramadan dan Idulfitri adalah momen penuh makna bagi masyarakat. Karena itu kami berkomitmen memastikan energi selalu tersedia demi mendukung setiap perjalanan, setiap doa, dan setiap kebersamaan masyarakat Kalimantan,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pertamina berharap masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi.
(tim redaksi)


